Pameran Transportasi 2015, Melihat Perkembangan Transportasi Indonesia Terkini

23.51

Pameran Transportasi kembali digelar di tahun 2015 ini. Tahun ini merupakan tahun ke-2 event ini diselenggarakan. Berhubung dekat dengan kantor, saya berkesempatan datang kembali ke event tahunan ini. Tahun saya ga bisa melihat bis besar dipamerkan seperti tahun lalu (tahun lalu ada bis milik lorena dan big bird dipamerkan). Tahun ini juga saya lihat ASDP absen hadir di acara tahunan ini.

Masuk ke areal gedung SMESCO kita langsung disambut dengan deretan kendaraan milik tim Badan SAR Nasional Indonesia. Kendaraan ini menarik dilihat dan ditelisik lebih jauh sehubungan Badan SAR Nasional ini juga secara tidak langsung ikut andil dalam keselamatan transportasi Indonesia. Beragam kendaraan Basarnas dari mulai jeep 4x4 untuk rescue, truck, hingga kendaraan dengan roda bergerigi dipamerkan oleh Basarnas. Tim Basarnas juga bisa dilihat stand by di sekitar kendaraan sehingga memudahkan kita jika ingin bertanya atau mengetahui lebih jauh mengenai kendaraan yang dipamerkan oleh Basarnas ini.
Kendaraan milik Basarnas di Pameran Transportasi 2015.

Masuk ke dalam Gedung, kita disambut oleh gapura Pameran Transportasi yang didesain seperti papan penunjuk arah di jalan raya. Tepat di depan pintu masuk kita bisa melihat stand Citilink yang berhias miniatur pesawat A320 milik Citilink. Di samping kiri stand Citilink, ada stand Blue Bird yang memamerkan taksi jadul milik mereka Holden Torana LS Series yang diboyong langsung dari museum transportasi di Taman Mini dan taksi terbaru mereka yang menggunakan mobil Honda Mobilio dengan 7 seaters
Stand Citilink.
Stand Blue Bird
Di areal lobby ini juga bisa ditemui stand milik PT MRT Jakarta yang tahun lalu juga ikut berpartisipasi di Pameran Transportasi. Di stand ini mereka kembali memamerkan kondisi terkini proyek pembangunan MRT yang salah satunya adalah sudah akan masuknya tahap pengeboran untuk MRT lintas underground. Selain itu terdapat 3 diorama stasiun MRT yang dipamerkan. 3 stasiun ini adalah stasiun Blok M yang berada di jalur layang atau upper ground, lalu ada stasiun Senayan dan Dukuh Atas/Sudirman yang berada di jalur bawah tanah atau under ground. 
Stand PT MRT Jakarta.
Diorama stasiun Senayan.
Diorama stasiun Blok M.
Sebelum masuk ke arena exhibition, stand milik CALE sedikit menarik minat saya untuk mampir. Ternyata di Indonesia, perusahaan CALE ini diwakilkan oleh PT Vertikal Akses Asia. Mereka menawarkan sistem parkir yang ternyata sudah dipakai di beberapa lokasi di Jakarta dan Bandung. Sistem parkir yang mereka pamerkan disini adalah sejenis sistem self service (DIY) yang dahulu menggunakan koin dalam penggunaannya namun sekarang sudah mengalami pembaharuan menjadi dapat digunakan dengan e-money (bekerjasama dengan PT AINO Indonesia). 
Demonstrasi penggunakan alat parkir.
Setelah melihat stand milik CALE, saya masuk ke area exhibition hall utama. Dari sekian banyak perusahaan yang memamerkan produk atau proyek terkininya, saya hanya mampir ke beberapa stand yang sekiranya menarik untuk dicari tahu lebih jauh tentang proyek terkininya. Stand pertama yang saya datangi adalah milik PT LEN Industri karena memajang sebuah alat/sistem bernama ATP (Automatic Train Protection). Sedikit info yang saya dapatkan tentang sistem ATP ini, saat ini sistem ini sudah dalam proses final dalam pengujiannya. Dan jika selesai dan dikatakan layak pakai, ada kemungkinan sistem ini akan digunakan pada kereta jarak jauh atau dalam hal ini dipasang di dalam lokomotif. Sistem ini memungkinkan kereta untuk tidak berhenti melewati sinyal saat sinyal menyatakan kondisi tidak aman. Sistem ini juga bekerja dengan proteksi 3 lapis, yakni pada jarak 2000m, 1000m, dan 500m sehingga kereta dipastikan tidak akan berhenti melewati sinyal saat sinyal mengindikasikan tidak aman. 
Lalu kita juga bisa melihat bahwa LEN berencana mambangun sebuah Techno Park yang akan dibangun di kawasan Subang. Menurut kabar, Techno Park ini sudah dalam tahap Land Clearing. Nantinya dari mulai proses riset hingga akhirnya dilakukan produksi semuanya akan dilakukan di LEN Techno Park ini. 

Tidak jauh dari stand LEN, saya dapat menemui stand milik INKA, Industri Kereta Api satu-satunya milik Indonesia. INKA membawa sebuah diorama kereta api miniatur/model yang dapat berjalan. Alih-alih berbincang-bincang mengenai perkembangan INKA belakangan ini dengan penjaga stand, ternyata akhirnya saya hanya tertarik dengan Lay-out kereta model yang dipamerkan oleh INKA. Perbincangan menjadi sangat tidak menarik karena penjaga stand INKA ini sangat tidak berwawasan luas. Sebagai contoh, penjaga stand INKA ini menyebutkan bahwa KRL-I buatan INKA masih beroperasi di jalur tujuan Bekasi. Ditambah saat saya meminta konfirmasi kejelasan terkait ditariknya produk rekondisi KRL Holec yang kabarnya menggunakan mesin dari Korea (Woojin), sang penjaga stand terlihat rada kebingungan untuk menjawabnya. Sebagai warga Indonesia saya hanya bisa berharap INKA tidak terus menerus hanya berharap akan Nasionalisme seorang pembuat keputusan untuk membeli kereta ke INKA. Melainkan terus meningkatkan kualitas hasil produksi agar nantinya bisa bersaing dengan KRL bekas yang nyatanya masih bisa berjalan hingga hampir 15 tahun di Jabotabek. 

Tidak jauh dari stand INKA, saya mampir ke stand milik Q Free, sebuah perusahaan yang ternyata salah satu produknya adalah mesin ERP yang kini sudah dipasang di dekat bundaran Senayan. Saya cukup terkejut saat mengetaui bahwa Q Free ini juga ternyata memiliki kapabilitas untuk membangun sebuah gate otomatis untuk jalan Tol. Seperti sistem yang saya temui di Jepang, mobil disana tidak perlu membayar cash ataupun tap menggunakan kartu untuk melakukan sebuah transaksi pembayaran di jalan bebas hambatan. Mobil bisa terus melaju bahkan hingga 60km/h dan gate akan otomatis terbuka karena sensor yang digunakan sangat renponsif. Dan hal yang dipresentasikan oleh Q Free di standnya, saya bisa melihat bahwa Q Free sudah sempat menguji coba sistem prasarana gate otomatis ini di Jakarta. Mobil bisa melaju sekitar 20km/h dan gate membuka secara otomatis. Tidak perlu berhenti untuk melakukan transaksi. Saya cukup kaget bahwa sistem ini ternyata sudah pernah diuji di Indonesia, sampai timbul pertanyaan, "Kenapa tidak segera diimplementasikan saja?". Sistem isi ulang saldo-pun sangan mudah karena dapat dilakukan menggunakan smart phone. Pun juga alat receiver sensor yang harus dipasang di mobil ternyata cukup kecil dan simple. Mungkin sistem gate otomatis ini nantinya akan berjalan sejalan dengan proyek ERP yang belum kelihatan tindak lanjutnya saat ini.

Setelah dari stand Q Free ini sebenarnya saya mampir ke stand Dirjen Perkeretaapian dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Namun di dua stand tersebut saya tidak bisa melakukan perbincangan manarik karena penjaga stand yang juga tidak cukup berwawasan. Akhirnya stand terakhir yang saya sambangi adalah stand milik JEMLA Ferry. Tidak ada niatan khusus, saya hanya ingin meluapkan hobby atau kecintaan terhadap transportasi laut ini. Di standnya, JEMLA membawa miniatur KMP Rajarakata dan Virgo 18. Perbincangan dengan penjaga stand tertang perkembangan transportasi kapal di Selat Sunda juga berlangsung cukup menarik, hingga akhirnya saya mendapat kabar bahwa JEMLA akan mendatangkan kembali kapal bekas pakai dari Jepang. Sang penjaga stand hanya memberi tahu bahwa kapal yang dibeli JEMLA adalah Blue Line. Entah itu nama perusahaan atau nama kapal. Karena yang saya tau jika ada 'embel-embel' LINE itu berarti nama perusahaannya. Rencananya kapal akan berlayar ke Indonesia dari Jepang pada bulan Desember dan akan lansung menjalani pemeriksaan dan penyesuaian di galangan kapal di Cilegon.
miniatur Virgo 18.
miniatur Rajarakata.
Akhirnya selesai penjelajahan saya di Pameran Transportasi 2015 ini. Sebenarnya ada stand milik Adhi Karya selaku kontraktor yang membangun LRT milik perhubungan, namun karena memang sudah banyak beredar di media, saya tidak terlalu tertarik utntuk menggali info lebih jauh. Di stand Adhi Karya terdapat maket jaringan LRT yang akan dibangun (seperti halnya maket yang dibuat oleh PT Jakarta Monorail tahun lalu). 

Pameran Transportasi Indonesia 2015 ini sudah berlangsung sejak tanggal 16 hinga 18 September 2015. Semoga tahun depan pameran ini dapat diselenggrakan kembali dengan peserta yang lebih banyak dan profesional. Diharapkan dengan rutinnya diakan Pameran Transportasi Indonesia ini dapat memberikan dampak yang baik terhadap transportasi indonesia di masa mendatang. Selain itu event ini juga dapat menjadi media komunikasi antara penyedia jasa transportasi dengan masyarakan sebagai komsemen atau pengguna transportasi.

You Might Also Like

2 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Blog orang kebanyakan hobi. Kalian bisa ngeliat info tentang #Kereta, #Bioskop, #reviewFilm, #kapalLaut, sama #Bis disini. So, enjoy my blog!