Mau Membuat E-Paspor untuk Dapat Bebas Visa Kunjungan? Ini Caranya.

00.02

Bentuk fisik E-Paspor. Ada logo khusus di pojok kanan bawah.
Saat ini beberapa negara sudah membebaskan Visa bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke negaranya dengan waktu kunjungan singkat yaitu antara 15 - 30 hari. Beberapa negara yang saya ketahui sudah bebas Visa ini antara lain Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Namun untuk mendapat status bebas Visa, sebelumnya kita harus memiliki E-Paspor dan mendaftarkan E-Paspor kita ke kedutaan negara yang bersangkutan. Bentuk fisik E-Paspor tidak berbeda jauh dengan Paspor biasa, namun yang membedakan adalah adanya chip di sampul depan pada buku E-Paspor. Chip ini berfungsi pada auto gate, sehingga kita tidak perlu lagi antri di bagian imigrasi.

Awalnya karena memang saya hanya masyarakat kalangan ekonomi menengah, jadi sebenarnya tidak ada niatan untuk membuat Paspor. Toh tidak pernah ada niatan untuk pergi ke Luar Negeri (walaupun sering tergiur dengan promo tiket murah milik maskapai "Merah" itu). Namun karena saya memiliki hubungan yang cukup erat dengan banyak teman berkewarganegaraan Jepang, saya diundang mereka untuk bertandang ke negerinya, tanpa dibebani biaya sepeserpun. Momennya pas sekali saat Jepang baru saja mengeluarkan kebijakan bebas Visa bagi turis yang menggunakan E-Paspor. Jelas, akhirnya saya memutuskan untuk segera membuat E-Paspor karena kebetulan tiket sudah langsung dibelikan saat saya meng-iya-kan tawaran berkunjung kesana. Jadi, disini saya ingin membagikan pengalaman saya saat membuat E-Paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Pusat. E-Paspor yang saya buat ini adalah E-Paspor baru. Jika mungkin ada diantara anda yang sebelumnya telah memiliki Paspor Biasa dan ingin upgrade menjadi E-Paspor, kemungkinan ada sedikit perbedaan syarat dan tata cara. Untuk lebih jelasnya anda bisa kunjungi website www.imigrasi.go.id


1. Persiapkan Dokumen.
Awal yang paling penting dalam membuat E-Paspor(atau Paspor Biasa juga berlaku) yaitu mengenai kelengkapan Dokumen. Ingat, semua data dalam setiap dokumen yang disyaratkan haruslah sama. Dari mulai Nama, Tanggal Lahir, Tempat Lahir, semua harus sama persis di setiap dokumen. Dokumen yang disyaratkan untuk membuat E-Paspor ini diantaranya adalah Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, Arta Kelahiran, dan Ijazah (boleh Ijazah namapun, baik SD, SMP, atau SMA). Semua dokumen harus difotokopi dalam kertas A4. Hanya mengingatkan, ini juga berlaku untuk KTP. Fotokopi KTP anda dalam kertas A4 tanpa perlu memotongnya, karena semua dokumen akan discan menggunakan alat scanner yang berkerja layaknya sebuah printer.

Nama saya sempat berbeda di Kartu Keluarga. Jika di Akta, Ijazah, dan KTP nama saya adalah Adam Faridl al Fath, namun di Kartu Keluarga nama saya adalah Adam Farial al Fath. Hanya perbedaan kecil, namun tetap pengajuan anda untuk membuat E-Paspor pastilah akan ditolak dan diminta untuk membuat pernyataan di kelurahan bahwa nama anda yang sebenarnya adalah seperti yang tercantum di Akta.

2. Datang ke Kantor Imigrasi di Pagi Buta
Setelah dokumen lengkap, anda tinggal datang ke Kantor Imigrasi terdekat. Sebagai catatan, kantor imigrasi yang bisa membuat E-Paspor hanya terdapat di Jakarta, Surabaya, dan Batam(dan kalau tidak salah di Soekarno Hatta juga bisa). Sebenarnya anda bisa juga mendaftar online, namun untuk E-Paspor pilihan daftar online sementara ini ditiadakan, jadi anda harus datang langsung ke kantor imigrasi dan mengikuti prosedur Walk-In. 

Seperti yang saya utarakan sebelumnya, saya datang ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Pusat. Pertama kali, saya tiba di kantor imigrasi pukul 8 pagi. Cukup pagi menurut saya karena kantor imigrasi pun baru buka pukul 7.30 pagi. Namun yang saya dapati adalah kuota untuk Walk-In sudah habis. Dalam sehari seharusnya kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Pusat ini membuka kuota sebanyak 150 pendaftar. Namun karena alasan teknis, saat saya mendaftar kuota yang dibuka hanya untuk sebanyak 100 pendaftar saja. 

Hari kedua saya berangkat pagi-pagi buta. Karena rumah saya di Bogor, saya berangkat rumah jam 4 pagi naik kereta pertama dari Bogor tujuan Jatinegara (turun di stasiun Kemayoran). Saya tiba di Kantor Imigrasi Kelas 1 JakPus pukul 6 pagi, dan sudah ada sekitar 60 orang yang mengantri. Kabarnya, sejak pukul 5 pagi sudah ada yang tiba di kantor imigrasi untuk mendapat antrian awal.

3. Pengecekan Dokumen untuk Mendapat Nomor Antrian
Sambil mengantri, persiapkan dokumen anda untuk nantinya diperiksa oleh sekuriti. Jika dokumen anda dirasa sudah lengkap, anda akan diberi nomor antrian oleh sekuriti. Tidak perlu khawatir jiga pada proses ini anda belum memfotokopi dokumen anda. Karena di kantor imigrasi ini ada tempat fotokopi, tepatnya di koperasi.

4. Beli Formulir Pendaftaran Paspor Baru
Karena saya ingin membuat paspor baru (belum punya paspor sebelumnya) saya diharuskan membeli formulir pendaftaran di koperasi. Sebenarnya bukan membeli, namun hanya memfotokopi (karena dokumen formulir ada di koperasi) sekaligus membeli materai. Harga fotokopi formulir + dibubuhi oleh materai 6000 totalnya 7000 rupiah. Formulir ini harus diisi menggunakan pulpen dengan tinta hitam.

5. Pengecekan Dokumen untuk Mendapatkan Form Isian Data Diri dan Nomer Antrian Wawancara
Dari sekuriti saya mendapat nomor anrian 81. Butuh waktu hampir 2 jam sampai akhirnya nomer antrian saya dapanggil untuk pengecekan dokumen di meja Costumer Service. Disinilah dokumen anda diteliti baik dari kesamaan nama, dan tempat tangal lahir. Jika lolos, anda akan mendapatkan Form Isian data diri, data orang tua, dll. Sekali lagi, form ini harus diisi dengan pulpen bertinta hitam. Selain form, disini juga kita akan diberikan map yang telah ditempel nomer antrian. 
Nomor antrian OSS. Angka 2 berarti proses dilakukan di lantai 2.
Map yang diberikan setelah proses pengecekan dokumen.
6. Wawancara, Verivikasi dan Scan Dokumen, Foto, dan Scan Sidik Jadi
Setelah lolos pengecekan dokumen, kita masuk tahapan wawancara, verivikasi dan scan dokumen, foto, dan scan sidik jari. Dan di imigrasi ini juga sudah menerapkan sistem OSS (One Stop Service). Jadi proses wawancana, scan dokumen, foto, dan scan sidik jari bisa dilaksanakan di satu meja dan hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit saja. Ada 9 counter OSS di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Pusat. Di proses inilah anda akan ditanya, jenis paspor apa yang akan anda buat, Paspor biasa, atau E-Paspor. Setelah proses selesai, anda akan mendapatkan Tanda Terima Permohonan dan Slip pembayaran untuk membayar tagihan melalui Bank BNI. Jumlah tagihan untuk E-Paspor adalah 655.000 rupiah, dengan rincian 600.000 rupiah untuk biaya paspor, dan 55.000 rupiah untuk jasa teknis biometri. Di Bank BNI, total pembayaran jadi sebesar 660.000 rupiah, karena ditambah dengan biaya administrasi Bank sebesar 5.000 rupiah. Jika anda mengurus E-Paspor ini di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Pusat, Bank BNI ada persis dibelakang kantor imigrasi. Belakang yang dimaksud ini bukan satu areal dan ada dibelakang, tapi berbeda areal, namun ada di belakang gedung Imigrasi.
Suasana menunggu giliran OSS di lantai 2.
Monitor berisi nomer antrian.
7. Pengambilan E-Paspor
Setelah melakukan proses pembayan, anda bisa mengambil paspor dalam waktu 3 hari setelahnya. Jadi jika anda melakukan pembayaran pada hari senin, hari kamis esoknya anda telah dapat mengambil paspor anda. Karena saya melakukan proses pembayaran hari jumat, saya baru bisa mengambil paspor hari Kamis (proses baru berjalan dihitung mulai senin). Untuk proses ini, jika anda tidak mengambil E-Paspor lebih dari 30 hari sejak melakukan pembayaran, paspor anda dinyatakan hangus dan tidak dapat diambil. 

Sekian uraian pengalaman saya membuat E-Paspor, semoga kurang-lebih dapat membantu anda yang ingin membuat E-Paspor baru seperti saya.

baca juga:
Mudahnya Cara Mendapat Akses Free Visa ke Jepang Menggunakan E-Paspor 

You Might Also Like

21 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Blog orang kebanyakan hobi. Kalian bisa ngeliat info tentang #Kereta, #Bioskop, #reviewFilm, #kapalLaut, sama #Bis disini. So, enjoy my blog!