Mengintip Teknologi Theater Sphere X Milik CGV

18.40

Setelah selesai mengalami renovasi di bagian inerior, CGV Blitz juga melengkapi bioskop Flag Ship mereka ini dengan berbagai macam teknologi yang mampu meningkatkan experience dalam menonton film di bioskop. Setelah menghadirkan 4DX, kini CGV Blitz bersiap menghadirkan kembali sebuah teknologi di dunia bioskop dengan meluncurkan studio Giant Screen Format bernama Sphere X. 

Belum lama ini dunia bioskop Indonesia diramaikan oleh kehadiran studio bioskop Giant Screen Format dengan kehadiran Ultra XD besutan Cinemaxx Theater. Walaupun sama-sama menawarkan Giant Screen Format (non-IMAX), namun apa yang akan ditawarkan oleh Sphere X sepertinya akan berbeda dari apa yang ditawarkan oleh Ultra XD milik Cinemaxx Theater. Di awal bulan Juli 2015 ini, CGV di Korea meluncurkan baru saja meluncurkan theater Sphere X pertama di Dunia tepatnya di CGV Cheonho. 

CGV Cheonho sendiri merupakan cabang terbaru CGV di Korea yang menyajikan berbagai teknologi terbaik di kelasnya. Kabarnya di CGV Cheonho ini terdapat theater IMAX terbesar di Korea. Namun fokus perhatian tertuju pada theater Sphere X yang merupakan theater pertama di Dunia. Sampai saat ini seluruh informasi mengenai Sphere X masih terbatas hanya bahasa Korea. Namun jika dilihat dari banner Sphere X yang dirilis CGV, Sphere X ini akan mengusung format baru dalam Screen, Seat, Sound yang belakangan ini juga sudah mulai dikicaukan oleh akun resmi blitzmegapkex (CGV Blitz).
Sphere X CGV Cheonho, Korea
Pada layar, Screen X ini akan menghadirkan teknologi Egg Screen alias layar cekung yang bahkan cekung hingga ke langit-langit theater. Berbeda dengan Starium yang memiliki layar lebar format Cinemascope (ratio 2.35:1) seperti bioskop konvensional lainnya, Sphere X ini memiliki layar dengan format Flat (ratio 1.85:1). Sehingga baik film dengan format cinemascope ataupun flat, gambar akan tetap ditampilkan full dari sisi kanan hingga kiri layar. Giant Screen Format memang populer menggunakan setting-an layar dengan ratio 1,85:1 agar dapat memberikan experience yang merata ke seluruh sisi theater. Ada kalanya theater yang memiliki format layar cinemascope akan menimbulkan kekecewaan saat film yang diputar adalah format flat. Selain gambar menjadi tidak full dan terlihat kecil, penonton di samping kiri dan kanan pun menjadi kurang nyaman karena gambar berada di tengah-tengah layar. Sphere X ini juga bisa menayangkan film dalam format 3D.
Layar Sphere X saat memutar film Inside Out yang memiliki aspect ratio 1.85:1 gambar memenuhi layar.
Layar Sphere X saat memutar film MI:5 yang memiliki aspect ratio 2.35:1 terdapat ruang kosong di atas & bawah layar.
Dalam urusan tata suara atau Sound, Sphere X ini menawarkan kualitas tata suara Sky 3D Sound yang masih belum diketahui apa keunggulannya. Namun pada ruangan theater Sphere X Cheonho ini sendiri kita tidak dapat melihat keberadaan speaker secara jelas. Hanya terdapat beberapa speaker yang menggantung di langit-langit theater.

Namun hal yang berbeda akan kita dapatkan di theater Sphere X CGV Blitz Grand Indonesia nantinya. Sesuai dengan kicauan akun @blitzmegaplex , Sphere X Grand Indonesia akan dilengkapi dengan 58 speakers dan 8 subwoofer besutan Christie Vive Audio dengan format Dolby Atmos. Dengan memiliki struktur ruangan theater yang melengkung ini, Sphere X digadang-gadang "dapat menghasilkan resonasi suara yang menyatu dengan berbagai adegan dalam film sehingga membuat film semakin nyata" - dikutif dari akun @blitzmegaplex.
Hanya terdapat 2 speaker (dan subwoofer?) di langit-langit theater Sphere X.
Sedangkan untuk Seat, Sphere X ini menawarkan fasilitas Lay Back Chair. Saya menduga-duga mengenai Lay Back Chair ini mungkin sejenis dengan seat yang memang senderannya tidak kaku alias dapat bergerak maju mundur yang sebenarnya sudah lama diterapkan di beberapa cabang blitzmegaplex itu sendiri (contohnya blitz BCP dan TK). Namun menurut kicauan akun @blitzmegaplex, Sphere X ini nantinya akan memiliki seat yang dapat direbahkan hingga 45 derajat. Untuk urusan kapasitas tempat duduk, Sphere X CGV Cheonho ini memiliki kapasitas 221 tempat duduk. Untuk Sphere X di CGV Blitz Grand Indonesia dipastikan memiliki kapasitas tempat duduk lebih banyak karena memang auditorium 2 ini dulunya memiliki kapasitas 535 tempat duduk. Total terdapat 500 tempat duduk di Sphere X Grand Indonesia nantinya, atau 2 kali lipatnya Sphere X di CGV Cheonho. Plus dibagian atas/balkon theater yakni bekas lokasi Satin Class masih belum diketahui akan digunakan menjadi apa. Kabarnya akan tetap menjadi kelas Sweetbox namun lebih private dan pandangan dari ruang balkon ke ruangan theater Sphere X akan dibatasi dengan kaca. Namun ini masih desas-desus, lebih baik kita tunggu openingnya yang kabarnya akan dilakukan tanggal 6 Agustus ini.

Kehadiran Sphere X ini semakin meramaikan industri bioskop yang mulai dipadati teknologi-teknologi mutakhir dalam menyajikan film. Penonton dewasa ini sudah semakin dimanjakan dengan beragam fasilitas dan teknologi yang disajikan oleh penyedia bioskop. Dengan mengusung tag line "Ultimate Immersive Space', semoga theater Sphere X ini juga akan menghadirkan The Ultimate Movie Experience bagi para moviegoers di Indonesia. Setelah Grand Indonesia, kabarnya Sphere X ini akan hadir juga di bioskop Flag Ship kedua milik CGV Blitz, tepatnya di Hartono Lifestyle Mall, Yogyakarta.


You Might Also Like

6 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Blog orang kebanyakan hobi. Kalian bisa ngeliat info tentang #Kereta, #Bioskop, #reviewFilm, #kapalLaut, sama #Bis disini. So, enjoy my blog!